ISNU: BERBAGAI PENDEKATAN DAN KAJIAN (SIRUF DENGAN ISNU TANGGUL)



Doc. ISNU Darungan
ISNUDARUNGAN. ISNU desa Darungan kedatangan ISNU Kec. Tanggul sekaligus dalam rangka konsolidasi baik yang di Ranting atau desa maupun yang ada di kecamatan atau disebut Pengurus Wakil Cabang perlu diadakan diskusi yang dilaksanakan pada hari Ahad, (13/10/2019) di musholla Al Mawardi Karangjati desa Darungan.

Sementara sambutan Hasan Basri, Ketua ISNU Darungan, “ISNU Darungan menganut kearifan lokal, gotong royong, telah banyak agenda yang kami laksanakan sejak terbentuk (1 Juli 2019) sampai sekarang, misalkan penerbitan bulletin, dan kami merasa sangat terhormat kedatangan kawan-kawan dari ISNU Tanggul yang bersedia singgah, silaturrahmi dan diskusi di desa yang sangat sederhana ini.” Ujar Basri yang alumni pondok pesantren modern Gontor Ponorogo ini.

Sementara sambutan ketua ISNU Tanggul, Mohamad Barmawi, “kita (ISNU Tanggul) banyak program-program yang nanti kami jalankan, seperti silaturrahim kepada tokoh-tokoh Aswaja Jember, dan pengurus Ranting NU se wilayah kecamatan Tanggul. Untuk ngalap barokah kita ngaji risalah kitab ahlussunnah wal jamaah karangan KH. Hasyim Asy’ari. Terima kasih atas sambutan teman-teman ISNU Darungan, ini dari tadi suguhan berbagai macam (sambil menunjuk kearah depannya/kue),” Tutur kandidat Doktor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini.

Seusai masing-masing memberi kata sambutannya, diskusi dimulai dengan HSN (Hari Santri Nasional), kunjungan atau diskusi santai dengan pengurus ranting NU (12 Ranting. Red) se Tanggul. Untuk masing-masing anggota mempunyai potensi yang berbeda dan ini perlu di asah, orbitkan, demikian ISNU tidak melulu pakai pendekatan akademik, bisa menggunakan pendekatan kultural / kemasyarakatan, dan hasil setiap kajian apapun bisa berbentuk artikel atau semacamnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REKOMENDASI ISNU DARUNGAN DAN PENJELASANNYA (BAGIAN 2)